Sorotan

14 December 2021

Solusi Debu Di Area Hauling Road

Indonesia terkenal akan sumber daya alamnya yang berlimpah termasuk cadangan batu bara dan mineral, maka tidak heran jika Indonesia berada di posisi 4 sebagai penghasil batu bara teratas dunia. Industri pertambangan di Indonesia menjadi salah satu sektor penting karena mendukung pembangunan diberbagai sektor ekonomi regional/nasional yaitu dengan memberikan konstribusi terhadap penerimaan negara, memasukan devisa melalui ekspor, mendukung elektrifikasi dan ketahanan energi nasional. Penggunaan chemicals juga ikut serta dalam membantu meningkatkan produktifitas pada industri pertambangan loh. Apa saja chemicals tersebut? Simak artikel ini ya.

Apa saja yang termasuk hasil tambang?

Masih banyak orang yang belum mengenal hasil pertambangan dan manfaatnya secara lengkap. Nah apa saja hasil tambang dan manfaatnya? Simak penjelasannya berikut ini :

1. Nikel

Nikel sebagai pelapis anti karat biasanya digunakan pada industri makanan. Selain itu, nikel juga dimanfaatkan sebagai pelapis bagian luar senjata kemiliteran. Pembuatan senjata yang dilapisi nikel menjadi lebih kuat, bagus, dan tahan korosi.

2. Timah

Timah menjadi salah satu produk yang digunakan untuk melapisi baja. Produk yang dihasilkan dari paduan baja dan timah ini biasa digunakan untuk keperluan industri otomotif dan listrik.

3. Minyak Bumi dan Gas

Minyak bumi dan gas merupakan sumber utama yang dipakai untuk keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga. Hampir semua produk dari minyak bumi dan gas alam dimanfaatkan dan dipergunakan untuk bahan bakar termasuk untuk bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga, bahan bakar untuk industri dan bahan bakar untuk kendaraan.

4. Bauksit

Bauksit adalah sumber bijih utama yang dapat digunakan untuk menghasilkan aluminium. Bauksit biasa digunakan untuk Membuat struktur atap, pabrik, rumah maupun Gedung, Sebagai bahan baku pembuatan besi dan lainnya.

5. Batu Bara

Batu bara dapat dapat dimanfaatkan menjadi sumber dari tenaga pembangkit listrik, mendukung produk industri aluminium, membantu industri produk baja, menghasilkan produk gas, dan lain-lain.

Peran Chemicals di industri pertambangan

Chemicals atau bahan kimia berperan penting pada saat kegiatan atau proses pertambangan dan membantu meningkatkan produktifitas. Apa saja peran dan manfaat chemicals tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

  • Saat kegiatan loading, hasil tambang akan diangkut menggunakan kendaraan khusus seperti dump truck, Wheel Loader, excavator dan sebagainya. Kendaraan tersebut akan melewati hauling road sebagai penghubung lokasi-lokasi penting, antara lain lokasi tambang dengan area crushing plant, pengolahan bahan galian, dan tempat-tempat lain di wilayah pertambangan. Kendala yang biasanya terjadi pada hauling road adalah debu jalan yang berterbangan dan permukaan jalan yang licin saat terjadi hujan sehingga dapat menyebabkan ban menjadi slip dan berpotensi terjadinya kecelakaan. Gunakan chemicals Road Dust Suppressant Agent untuk mengurangi resiko-resiko yang terjadi di hauling road.
  • Pada saat batu bara disimpan diarea stockpile, batu bara beresiko mengalami self-combustion atau terbakar sendirinya. Self-combustion disebabkan karena reaksi oksidasi yang terjadi dengan sendirinya dalam batu bara. Fenomena Self-Combustion sangat merugikan karena dapat menurunkan kualitas batu bara dan debu yang dihasilkan dari fenomena Self-Combustion dapat merusak kualitas udara. Chemicals yang digunakan untuk memadamkan api di area stockpile adalah Coal Fire Extinguisher Sedangkan untuk mengurangi resiko self-combustion gunakan Coal Dust Suppressant.
  • Limbah cair tambang yang berbahaya adalah limbah yang tidak melalui proses pengolahan air limbah terlebih dahulu dan langsung dibuang melalui saluran pembuangan. Solusi untuk menangani limbah cair tambang yang berbahaya adalah dengan cara membuat water treatment plant yang berfungsi untuk menghilangkan zat berbahaya di dalam limbah cair, menyesuaikan dengan standar baku mutu dan memisahkannya dari kontaminan sebelum akhirnya dibuang.

Pengolahan limbah cair tambang diantaranya :

  • Penggunaan pH Adjuster dapat digunakan untuk menaikan kadar pH air asam tambang hingga tercapainya baku mutu pada rentang 6 – 9.
  • Total Suspended Solid (TSS) menyebabkan kekeruhan pada air, tidak terlarut dan tidak mengendap. Penanganan untuk masalah TSS ini adalah dengan menggunakan koagulan dan flokulan atau produk water clarifier.
  • Kendaraan tambang harus dilakukan maintenance secara berkala Tujuannya adalah membersihkan komponen yang ada dalam mesin kendaraan, memeriksa komponen dalam mesin dan sebagainya. Engine overhaul merupakan suatu kegiatan pembongkaran mesin atau yang lebih dikenal dengan istilah turun mesin pada kendaraan. Namun pada saat proses engine overhaul terkadang grease, oli dan minyak menempel di bagian mesin, ataupun material sehingga sulit di bersihkan jika hanya menggunakan air. Apabila grease, oli dan minyak tidak dibersihkan dengan maksimal dapat mengakibatkan rusaknya mesin dan peralatan. Oleh karena itu degreaser merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi hal tersebut. Umumnya degreaser terbagi menjadi 3 jenis utama yaitu Water Based DegreaserEmultion Based Degrease dan Solvent Degreaser.

 

Kelebihan menggunakan produk chemicals dari greenchem

PT Green Chemicals Indonesia melakukan riset, pengembangan dan inovasi dalam membuat produk chemicals yang berkualitas tinggi dan memberikan nilai tambah, serta mendukung program pelanggan yaitu cost saving melalui produk yang efisien dan pengiriman yang cepat dan tepat sehingga menghemat biaya stok. Kami juga melakukan sertifikasi Biodegradable dan sertifikasi TKDN dalam rangka mendukung pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dari PT Green Chemicals Indonesia atau ingin berdiskusi dalam memecahkan masalah, Kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dengan menyediakan produk berkualitas tinggi, hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke sales.support@greenchem.co.id.


Berita Terbaru

Sorotan 11 February 2026

Koagulan Pengolahan Air Tambang, Turunkan TSS dan Kekeruhan Air

Aktivitas pertambangan tidak dapat dilepaskan dari penggunaan air dalam jumlah besar, baik untuk proses operasional maupun sebagai dampak dari limpasan air hujan di area tambang. Air yang dihasilkan dari kegiatan ini umumnya mengalami penurunan kualitas akibat tercampur material tanah, batuan, dan mineral. Tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan menjadi permasalahan utama yang harus ditangani sebelum air dilepaskan ke lingkungan. Oleh karena itu, pengolahan air tambang dengan metode yang efektif, salah satunya menggunakan koagulan, menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memenuhi baku mutu yang berlaku.

Kerakteristik air tambang

Air tambang merupakan air yang berasal dari aktivitas pertambangan, baik dari proses penggalian, pencucian material, limpasan air hujan di area tambang, maupun air tanah yang naik ke permukaan selama kegiatan operasional. Dalam perjalanannya, air ini bersentuhan langsung dengan berbagai jenis batuan dan material mineral, sehingga kualitasnya mengalami perubahan dibandingkan air alami. Interaksi tersebut menyebabkan air tambang membawa berbagai kontaminan yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Salah satu karakteristik utama air tambang adalah tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS). Partikel-partikel halus seperti tanah, lempung, pasir, dan sisa batuan ikut terbawa dalam aliran air, membuat air tampak keruh dan berlumpur. Tingginya TSS dapat menurunkan kualitas visual air sekaligus menghambat proses pengendapan alami.

Kekeruhan yang tinggi menjadi ciri khas lain dari air tambang. Air sering kali berwarna cokelat, abu-abu, atau kekuningan akibat dominasi partikel tersuspensi. Kondisi ini dapat menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam badan air, mengganggu proses fotosintesis organisme perairan, serta menurunkan kualitas ekosistem jika air dibuang tanpa pengolahan yang memadai.

Apa Itu Koagulan pada Pengolahan Air Tambang

Koagulan merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam proses pengolahan air tambang untuk membantu menghilangkan partikel-partikel halus penyebab kekeruhan dan tingginya Total Suspended Solid (TSS). Pada kondisi alami, partikelpartikel tersebut memiliki muatan listrik yang membuatnya saling tolak-menolak sehingga sulit mengendap secara alami. Kehadiran koagulan akan menetralkan muatan ini, sehingga partikel dapat saling bergabung dan membentuk gumpalan yang lebih besar. Setelah muatan partikel dinetralkan, partikel-partikel kecil mulai saling bertabrakan dan bergabung membentuk flok. Flok ini kemudian dapat diperbesar pada tahap lanjutan, sehingga lebih mudah mengendap atau dipisahkan dari air melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

Dalam kondisi ini, peran koagulan menjadi sangat penting karena karakteristik air tambang umumnya didominasi oleh partikel halus yang stabil di dalam air. Tanpa penambahan koagulan, proses pengendapan membutuhkan waktu lama dan sering kali tidak efektif. Penggunaan koagulan yang tepat jenis dan dosisnya mampu meningkatkan efisiensi pengolahan air, mempercepat proses klarifikasi.

Jenis Koagulan yang Digunakan pada Air Tambang

Setiap jenis koagulan memiliki karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi air tambang, seperti tingkat kekeruhan, pH, hingga kandungan mineral dan logam di dalamnya. Secara umum, koagulan yang digunakan pada air tambang dapat dibedakan menjadi koagulan anorganik, koagulan polimer, dan koagulan alami.

  • Koagulan anorganik, koagulan yang paling umum digunakan karena mampu menetralkan muatan partikel tersuspensi dengan cepat sehingga proses pengendapan berlangsung efisien. Contoh: aluminium sulfat (tawas), polialuminium klorida (PAC), ferri klorida, dan ferro sulfat.
  • Koagulan polimer, memiliki rantai molekul panjang yang mampu mengikat partikel-partikel kecil dan membentuk flok yang lebih besar dan kuat, sehingga sangat efektif untuk air tambang dengan kandungan partikel halus dan tingkat kekeruhan tinggi. Contoh: polimer kationik, polimer anionik, dan polimer nonionik yang sering digunakan sebagai koagulan pendukung atau flokulan.
  • Koagulan alami, berasal dari bahan-bahan alami dengan keunggulan pada aspek ramah lingkungan dan minim residu kimia, meskipun efektivitasnya bergantung pada karakteristik air tambang. Contoh: ekstrak biji kelor, pati termodifikasi, dan biopolimer berbasis selulosa.

Keuntungan Penggunaan Koagulan pada Pengolahan Air Tambang

Penggunaan koagulan memberikan berbagai keuntungan dalam pengolahan air tambang itu sediri. Dengan koagulan, partikel halus yang sebelumnya stabil di dalam air dapat lebih mudah dipisahkan melalui proses pengendapan. Hal ini membuat air hasil olahan menjadi lebih jernih dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan proses pengendapan alami.

Keuntungan lainnya adalah efisiensi sistem pengolahan air tambang yang meningkat. Proses koagulasi yang berjalan optimal dapat mempercepat waktu pengolahan dan mengurangi kebutuhan area kolam pengendapan yang luas. Dengan demikian, pengelolaan air tambang menjadi lebih praktis dan ekonomis, terutama pada lokasi tambang dengan keterbatasan lahan atau volume air limbah yang besar.

Tingginya TSS dan kekeruhan air tambang tidak dapat diatasi secara alami tanpa teknologi yang tepat. Koagulan hadir sebagai solusi untuk meningkatkan mempercepat proses pengolahan. Pengolahan air tambang dapat berjalan optimal dengan pemilihan jenis dan dosis yang sesuai. Jika Anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Water Treatment, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya
Sorotan 22 January 2026

Pengolahan Sludge IPAL agar Lebih Padat dan Mudah Ditangani

Pengolahan sludge IPAL menjadi lebih padat dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sludge adalah hasil akhir dari proses penyisihan pencemar yang menyimpan berbagai potensi risiko jika tidak dikelola dengan benar. Pengolahan sludge yang tepat tidak hanya berpengaruh pada efisiensi operasional IPAL, tetapi juga berperan besar dalam melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Pengolahan Sludge IPAL

Dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sludge menentukan efektivitas keseluruhan proses pengolahan. Sludge biasanya terbentuk dari hasil pengendapan partikel padat, biomassa mikroorganisme, hingga senyawa pencemar yang berhasil dipisahkan dari air limbah. Jika tidak dikelola dengan tepat, sludge dapat menumpuk, mengganggu kinerja unit IPAL, dan menurunkan kualitas air olahan ketika dilepas ke lingkungan.

Pengolahan sludge dilakukan untuk mengurangi volume, kadar air, dan potensi bau, sehingga lumpur menjadi lebih padat dan stabil. Sludge yang telah diolah akan lebih mudah ditangani sehingga mendukung sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Pengolahan sludge yang baik mencerminkan komitmen pengelola IPAL terhadap perlindungan lingkungan. Sludge yang terkelola dengan benar membantu mencegah pencemaran tanah dan air, sekaligus membuka peluang pemanfaatan lanjutan sesuai ketentuan, seperti untuk penimbunan terkendali atau pengolahan lebih lanjut.

Risiko Lingkungan yang Perlu Diwaspadai

Sludge IPAL yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber risiko lingkungan yang serius. Di dalam sludge terkandung berbagai zat berbahaya, seperti senyawa organik, logam berat, nutrien berlebih, serta mikroorganisme patogen. Jika sludge ini dibuang atau disimpan

tanpa pengolahan yang tepat, pencemar tersebut berpotensi meresap ke tanah dan mencemari air tanah maupun badan air di sekitarnya.

Selain pencemaran, sludge IPAL juga dapat menimbulkan masalah bau yang menyengat akibat proses pembusukan anaerob. Bau tidak sedap ini dapat menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Metode pemadatan dan stabilisasi

Pemadatan dan stabilisasi dalam pengolahan sludge IPAL bertujuan untuk mengurangi volume dan mempermudah penanganan lanjutan. Melalui proses pemadatan, kandungan air dalam sludge dapat ditekan sehingga lebih padat untuk diangkut maupun disimpan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya operasional dan kebutuhan ruang penampungan.

Berbagai metode pemadatan dapat diterapkan sesuai karakteristik sludge, mulai dari pengentalan secara gravitasi, penggunaan alat mekanis seperti belt press dan filter press, hingga sistem sentrifugal. Metode-metode ini bekerja dengan prinsip pemisahan air dari padatan, menghasilkan sludge dengan kadar air yang lebih rendah dan struktur yang lebih stabil.

Stabilisasi juga bertujuan menurunkan aktivitas biologis dan potensi bau, sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui pendekatan biologis, kimia, maupun fisik untuk menghambat pembusukan dan menonaktifkan mikroorganisme patogen. Sludge yang telah distabilisasi menjadi lebih aman untuk ditangani dan memenuhi persyaratan untuk pengelolaan atau pemanfaatan lanjutan.

Soil Stabilizer Efektif untuk Pengerasan Sludge

Greensorb SAP-Series, solusi solidifikasi limbah cair untuk membantu mengikat dan menyerap fase cair pada lumpur, sehingga menghasilkan material yang lebih padat dan mudah ditangani. Produk ini efektif dalam mengurangi kadar air bebas pada lumpur, meminimalkan risiko rembesan dan tumpahan, serta meningkatkan keamanan selama proses penanganan.

Dengan tingkat absorpsi yang tinggi dan aplikasi yang mudah, Greensorb SAP-713 mendukung kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan limbah sekaligus menekan biaya operasional IPAL melalui pengurangan volume dan potensi bahaya lumpur cair.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk solidification, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya
Sorotan 13 January 2026

Pembersih Komponen Listrik Terbaik untuk Perawatan Motor dan Panel Listrik

Pembersih komponen listrik sangat dibutuhakan dalam menjaga keandalan motor dan panel sebagai bagian utama dari sistem kelistrikan. Seiring waktu, paparan debu, minyak, dan residu karbon dapat menumpuk pada komponen sensitif. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini akan berpotensi memicu kerusakan dan masalah keselamatan.

Motor dan Panel Listrik dalam Operasional Peralatan

Motor listrik dan panel listrik menjadi jantung dari berbagai sistem kelistrikan, baik pada kendaraan bermotor maupun instalasi industri. Keduanya bekerja secara beriringan untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga yang dibutuhkan agar peralatan beroperasi dengan andal.

Pada kendaraan, motor listrik menggerakkan berbagai sistem penting seperti starter, kipas, hingga sistem pengapian. Di balik kinerjanya, terdapat komponen sensitif seperti kumparan, terminal, dan konektor yang harus selalu berada dalam kondisi bersih. Kotoran dan residu karbon yang menumpuk seiring waktu dapat menghambat aliran listrik, bahkan memicu gangguan serius apabila tidak ditangani dengan perawatan yang tepat.

Sementara itu, panel listrik berperan sebagai pusat kendali dan distribusi arus listrik. Beragam komponen di dalamnya—mulai dari kontaktor, relay, hingga MCB dan terminal—bekerja secara presisi untuk menjaga sistem tetap stabil. Namun, lingkungan kerja yang lembap, berdebu, atau berminyak membuat panel listrik rentan terhadap kontaminasi. kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih hingga meningkatkan risiko kegagalan sistem jika dibiarkan.

Pembersihan Aman Tanpa Mengganggu Kinerja Kelistrikan

Cleaner komponen listrik merupakan pembersih khusus yang dirancang untuk membersihkan bagian kelistrikan tanpa merusak material atau mengganggu konduktivitas listrik. Diformulasikan aman untuk komponen sensitif, cleaner ini cepat menguap dan tidak meninggalkan residu yang dapat menghambat kinerja sistem. Dalam perawatan motor dan panel listrik, cleaner berfungsi mengangkat kotoran pada terminal, konektor, sakelar, relay, dan rangkaian lainnya.

Penggunaan cleaner yang tepat membantu menjaga stabilitas arus dan meningkatkan keandalan kontak antar komponen. Cleaner komponen listrik umumnya tersedia dalam bentuk spray agar mudah diaplikasikan ke area sempit dan sulit dijangkau. Produk yang berkualitas biasanya memiliki sifat non-konduktif, non-korosif, dan bebas air, sehingga aman digunakan pada kondisi peralatan mati (power off) tanpa meninggalkan dampak negatif pada sistem kelistrikan.

Faktor Penting agar Pembersihan Maksimal Tanpa Risiko

Memilih cleaner komponen listrik tidak dapat dilakukan sembarangan. Produk yang kurang tepat justru berisiko merusak isolasi. Terdapat beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan agar proses pembersihan motor dan panel listrik berjalan aman serta efektif.

1. Aman untuk Komponen Listrik. Cleaner harus diformulasikan khusus untuk peralatan listrik, sehingga tidak merusak lapisan isolasi, plastik, karet, maupun material sensitif lainnya.

2. Tidak Meninggalkan Residu. Endapan atau residu sisa pembersih dapat mengganggu konduktivitas listrik dan memicu gangguan pada sistem. Pilihlah cleaner yang mampu mengangkat kotoran seperti secara menyeluruh tanpa meninggalkan sisa pada permukaan komponen.

3. Cepat Menguap. Sifat cepat menguap menjadi keunggulan utama cleaner komponen listrik. Dengan penguapan yang cepat, waktu henti peralatan dapat diminimalkan dan risiko kelembapan tertinggal pada komponen listrik dapat dihindari.

4. Non-Flammable untuk Keamanan Kerja. Aspek keselamatan merupakan prioritas utama, terutama dalam lingkungan dengan potensi percikan listrik. Cleaner bersifat non-flammable memberikan perlindungan ekstra bagi teknisi dan peralatan komponen elektrik.

Dengan mempertimbangkan berbagai kriteria tersebut, Greenklin MTR-100 hadir sebagai solusi pembersih yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan perawatan motor listrik dan komponen elektrik. Formulasinya yang non-flammable memberikan keamanan lebih saat digunakan, sementara sifatnya yang cepat menguap memastikan proses pembersihan berlangsung efisien tanpa meninggalkan residu.

Greenklin MTR-100 bekerja efektif mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang menempel, tanpa merusak isolasi maupun komponen sensitif lainnya. Peralatan listrik akan tetap bersih, aman, dan mampu mempertahankan performa optimalnya dalam jangka Panjang.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Electrical Motor Cleaner, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya